Poetry

it wasn't written to be analyzed; it was meant to inspire without reason, to touch without understanding

Wednesday, 6 January 2010

Dia berikan aku lebih dari yang aku pinta

hangat baju kamu
mengenangkan aku tentang kamu

tiap hangatnya
kasi aku satu sebab
untuk
terus menyintai kamu

ratusan malah jutaan bibit
bisa aku kumpul
untuk jadi argumen
mengapa aku masih terus cinta sama kamu

aku sadar
tuhan berikan aku
lebih dari yang aku pinta
bila Dia
turunkan kamu untuk aku

cinta kita indah
amat indah
bahkan maha indah

kamu ngak janji padaku wang
kamu ndak omong mahu buatkan aku istana
kamu tidak bicara ingin belikan aku emas mutiara
kamu kagak mau yuapin aku gerobak mewah

aku menyadari mengapa

kamu ngak janji padaku wang
kerna kamu bukan ahli fotokopi wang

kamu ndak omong mahu buatkan aku istana
kerna kamu bukan raja punya kuasa

kamu tidak bicara ingin belikan aku emas mutiara
kerna kamu bukan saudagar pergi berlayar

kamu kagak mau yuapin aku gerobak mewah
kerna kamu sendiri ngak punya satu mobil

yang kamu janji
cuma
bahagia
aku dan kamu

dan itu buat aku bangga
kerna
kamu dan aku
cuma mampu usha untuk buat kita bahgia

dulu aku pinta pada Yang Kuasa
mau yang pacar yang kacak
tapi Dia berikan aku
yang kacak bangat

dulu aku juga pinta
mau yang mungil
Dia berikan aku
yang sangat romantis

dulu aku ingin sekali
yang cekap mainnya gitar
tapi Dia beri aku
ahli musik

dulu aku selalu bangat
mau pacar yang bisa lukis potret
iya
aku ngak cantik bangat
tapi aku suka
dan Dia berikan aku
pacar yang sangat bisa lukisnya aku

dan aku sadar
Maha Kuasa benar-benar berikan aku lebih
dari apa yang aku pinta

dan ini yang terakhir
aku pinta banget
agar Maha Kuasa simpan dia untuk aku
kerana
aku benar-benar tlah jatuh cinta

No comments:

Post a Comment